OPTIMALISASI SLING LOAD OPERATION PESAWAT NAS-332 SUPER PUMA DALAM OPERASI SAR TEMPUR

OPTIMALISASI SLING LOAD OPERATION PESAWAT NAS-332 SUPER PUMA DALAM OPERASI SAR TEMPUR

 

Saat ini masyarakat sedang dilanda oleh demam film Hollywood yang mengangkat kisah heroik perjuangan tentara amerika serikat dalam menegakkan keadilan di muka bumi yang mampu menumbuhkan semangat patriotik yang tidak terbatas. Salah satu film tersebut adalah “Act of valour” sebuah film patriotic sekumpulan tim elit navy seal yang mempunyai tugas khusu untuk melaksanakan operasi SAR tempur dengan segala kecanggihan teknologi. Berkaca dan terilhami dari film tersebut ada banyak teknik , taktik bahkan konsep operasi yang dapat kita jadikan literature dan referensi untuk memperkaya khasanah pengetahuan kita dalam melaksanakan operasi SAR tempur.

 

Dari sekian banyak literature yang menarik salah satunya adalah ketika pada tahapan infiltrasi pasukan ke daerah musuh. Pasukan tim keamanan di drooping melalui helicopter beserta sea rider dengan teknik sling load operation. Kegiatan tersebut menjadi ilham tersendiri untuk memanfaatkan kemampuan pesawat NAS-332 Super Puma yang dilengkapi juga oleh perlengkapan sling load.

Dengan pemanfaatan kemampuan sling load operation yang dimilki oleh pesawat NAS-332 Super Puma maka akan memperkaya taktik maupun teknik dalam pelaksanaan operasi SAR tempur dan pembebasan sandera. Hal tersebut sangat mungkin dilaksanakan mengingat secara prosedur dan kemampuan teknis , sling load operation di pesawat NAS-332 Super Puma adalah salah satu kemampuan dasar yang dilengkapi oleh pabrik.

 

OPERASI SAR TEMPUR SAAT INI

 

            Operasi SAR tempur adalah bagian dari operasi dukungan udara yang bertujuan untuk mencari dan menemukan kembali serta memberikan pertolongan dan penyelamatan personel dan atau materiil yang bernilai taktis/strategis yang hilang atau dikhawatirkan hilang di mandala operasi. Mengingat pentingnya nilai keberhasilan dari operasi tersebut maka konsep, taktik maupun teknis operasi yang dilaksanakan haruslah tepat efektif dan efisien dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

 

Saat ini operasi SAR tempur dilaksanakan oleh 2 unsur yang terdiri dari unsur pesawat dan unsur paskhas yang didalamnya terdapat flight pengaman dan flight penolong.  Unsur pesawat yang dimaksud adalah unsur intai, unsur tempur, unsur angkut dan unsur heli mengingat operasi SAR tempur adalah operasi yang tidak bisa berdiri sendiri namun merupakan bagian dari operasi udara yang saling berkesinambungan. Unsur heli dalam operasi SAR tempur sendiri bertugas  melaksanakan pencarian lokasi serta melaksanakan penetrasi langsung ke sasaran untuk mendaratkan unsur paskhas serta kemudian melaksanakan pelolosan. Adapun teknik penetrasi dapat dilaksanakan melalui penerjunan dengan HALO/HAHO, air landed, rappelling, fastrope, free jump dan hoist. Kelima teknik tersebut dapat dilaksanakan dengan satu syarat apabila keunggulan udara di mandala operasi dapat kita kuasai.

 

Pertanyaan besar akan muncul jika keunggulan udara di medan operasi tidak bisa kita kuasai sedangkan kecepatan, ketepatan serta efektifitas waktu pelaksanaan operasi mutlak harus segera dicapai dengan window time yang sebegitu sempitnya mengingat sangat bernilainya survivor yang akan di evakuasi. Oleh karena itu penetrasi tidak dapat dilaksanakan secara langsung ke sasaran namun disiasati dengan digeser sampai batas aman di FEBA ( Forward Edge of Battle Area) dengan harapan setelah itu penetrasi dapat dilanjutkan melalui jalur darat ataupun laut dengan prasyarat memiliki kemampuan infiltrasi sehingga tidak diketahui oleh pihak musuh.

 

Kondisi, situasi medan dari target sasaran sendiri akan menjadi pertimbangan dalam menentukan CB (cara bertindak) pada proses penyelamatan survivor. Kondisi gegrafis Indonesia dengan sebagian besar hutan tropis, pegunungan dan sungai besarnya akan menguntungkan jika proses penyelamatan survivor dilaksanakan melalui jalur sungai ataupun darat terbatas jika keunggulan udara tidak dapat di rebut.

 

KEMAMPUAN SLING LOAD OPERATION PESAWAT NAS-332 SUPER PUMA

           

            Pesawat NAS-332 Super Puma merupakan pesawat helikopter angkut sedang buatan PT.Dirgantara Indonesia dibawah lisensi Uerocopter perancis. Pesawat tersebut memperkuat TNI-AU sejak tahun 2000 dengan fungsi salah satunya adalah sebagai pesawat Combat SAR (Search and Rescue). Untuk mendukung tugas tersebut pesawat NAS-332 Super Puma di-design serta dilengkapi dengan perlatan yang memiliki kemampuan SAR, seperti Rappeling operation, Fast Rope operation, Hoist Operation, searching Operation dan Sling Load Operation. Kemampuan terakhir inilah yakni sling load operation selama ini belum ter “explore” secara maksimal pada aplikasi pelaksanaan operasi combat SAR, padahal kemampuan tersebut telah menjadi requirement yang wajib bagi pesawat combat SAR.

 

Sesuai dengan data spesifikasi pesawat yang telah dikeluarkan oleh pihak pabrik, kemampuan sling load operation pada pesawat NAS-332 Super puma dapat dijabarkan sebagai berikut :

 

1.         Max Load under sling                     : 4500 kg

2.         Max take off weight pesawat         : 8600 kg

3.         Panjang Tali                                     : 5 meter dan 10 meter.

4.         V ( speed ) operation                       : 100 Kts

5.         Altitude                                              : As Required (sesuai dengan                                                                                          taktik dan profile combat SAR )

Kemampuan sling load pesawat NAS-332 super puma di negara pengguna yang lain telah dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan dan keperluan.  Seperti contoh melaksanakan pengangkutan logistik perang, meriam hanud, kendaran taktis angkut personel serta berbagai macam kegiatan lain yang memanfaatkan kemampuan sling load operation. Di indonesia sebagai salah satu negara pengoperasi pesawat NAS-332 Super Puma belum memanfaatkan secara maksimal kemampuan sling load operation, sejauh ini kemampuan tersebut terbatas digunakan pada pelaksanaan latihan menggunakan beban dummy.

Dengan demikian akan sangat memungkinkan sekali jika kemampuan sling load operation pada pesawat NAS-332 Super Puma dimanfaatkan serta diaplikasikan pada tugas riil di lapangan seperti salah satunya sebagai pengangkut kendaraan personel pada operasi combat SAR. Hal tersebut dapat dilaksanakan dengan syarat adanya kesesuaian antara limitasi kemampuan sling load operation pesawat NAS-332 Super Puma dengan peralatan yang akan diangkut dimana tentunya alat tersebut telah menjadi inventaris dari pasukan kita.

 

Alat alat angkut personel tersebut adalah sea rider, hover craft dan kendaraan taktis angkut personel yang dapat digunakan pada operasi combat SAR dengan spesifikasi sebagai berikut:

 

  1. Sea Rider :
    1. Type                                 : Speed Boat (X2XbRIB)
    2. Panjang                           : 11,2 meter
    3. Lebar                                : 2,9 meter
    4. Draft                                 : 0,70 meter
    5. Bobot                                : 1.2 ton
    6. Kemampuan                   : Angkut 10 personel
    7. Kecepatan Max              : 45 Knots
    8. Produksi                          : PT.Lundin

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.Sea rider

  1. Kendaraan taktis
    1. Type                                 : DMV 30 T
    2. Panjang                           : 4,025 meter
    3. Lebar                                : 1,960 meter
    4. Tinggi                               : 1,9 meter
    5. Bobot                                : 1,95 ton
    6. Kemampuan                   : Angkut 6 personel
    7. Produksi                          : PT. Pindad

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2 kendaraan taktis

  1. Hovercraft
    1. Type                                 : Hovercraft 6-8 personel
    2. Panjang                           : 7.3 meter
    3. Lebar                                : 3.5 meter
    4. Tinggi                               : 2 meter
    5. Bobot                                : 1,6 ton
    6. Kemampuan                   : Angkut 8 personel
    7. Produksi                          : PT. Hoverindo

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Houvercraft

 

Berdasarkan spesifikasi ketiga kendaraan taktis tersebut dan kita bandingkan dengan kemampuan sling load operation pesawat NAS-332 Super Puma secara teknis bobot ketiga kendaraan tersebut masuk dalam range. Sehingga aman dan dapat dilibatkan dalam pelaksanaan operasi combat SAR.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OPERASI SAR TEMPUR YANG DIHARAPKAN

           

            Perubahnan konsep dan taktik operasi combat SAR karena keunggulan udara yang belum dicapai menyebabkan pelaksanaan penetrasi tidak dapat dilaksanakan langsung ke sasaran. Pelaksanaan penetrasi dilaksanakan dengan melakukan dropping pasukan beserta kendaraanya ke daerah FEBA yang terdekat dengan sasaran. Sehingga setelah itu tim pengaman maupun tim penolong dapat dengan sesegera mungkin masuk menuju ke daerah sasaran.

 

Pelaksanaan dislokasi pasukan sendiri dilaksanakan dengan dukungan pengangkutan oleh pesawat helikopter NAS-332 Super Puma beserta kendaraan taktisnya yang dapat berupa sea rider, hover craft ataupun kendaraan darat taktis menggunakan kemampuan sling load operation. Dalam pelaksanaannya sendiri spot menurunkan pasukan beserta kendaraannya tetap memperhatikan kondisi, situasi serta data informasi perkiraan intelijen sehingga tujuan kerahasiaan operasi dan perlindungan terhadap kekuatan lawan dapat terjamin dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Visualisai alur operasi

 

Setelah proses infiltrasi berhasil dilaksanakn dan survivor dapat diselamatkan. Proses pelolosan dapat dilaksanakan dalam dua cara:

1.         Apabila keunggulan udara belum tercapai makai survivor dibawa   kembali ke daerah titik aju di dekat FEBA ,kemudian di jemput oleh      pesawat helikopter SAR menuju home base.

 

2.         Apabila keunggulan udara telah direbut maka survivor dapat           langsung dievakuasi melalui jalur udara oleh pesawat helikopter       SAR    menggunakan teknik hoist ataupun air landed kemudian di bawa ke home           base.

 

KESIMPULAN

 

Dengan pemanfaatan kemampuan sling load operation yang dimiliki oleh Pesawat helikopter NAS-332 Super Puma pada proses pelaksanaan operasi combat SAR diharapkan akan memperkaya literatur tentang teknik mapun taktik pelaksanaan operasi. Sehingga pelaksanaan operasi Combat SAR sendiri dapat terlaksana dengan optimal tidak terbentur dan terbatasi oleh kondisi serta situasi medan yang tentunya syarat dengan dinamika serta perubahan.

 

 

Penulis

Kapten pnb Ageng Wahyudi

Skadron Udara 6

Lanud Atang Sendjaja

About these ads

Satu gagasan untuk “OPTIMALISASI SLING LOAD OPERATION PESAWAT NAS-332 SUPER PUMA DALAM OPERASI SAR TEMPUR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s